PESANTREN BENDAKEREP SEBAGAI PENJAGA TRADISI ISLAM NUSANTARA

  • Muhammad Ali Chozin

Abstract

Pesantren Bendakerep berada di Kelurahan Argasunya Kecamatan Harjamukti Kotamadya Cirebon. Berdiri pada 1862 oleh Kiai Muhammad Soleh Zamzami bin Kiai Muta’ad, merupakan salah satu mursyid Tarekat Syah di Cirebon

abad ke-19. Keberadaan Pesantren Bendakerep dengan sistem pendidikan Islam yang berbasis tradisi lokal telah membentuk keberagamaan dan perilaku masyarakat muslim, serta mewaris-kan nilai, norma, dan tata aturan Islam yang baik dari generasi ke generasi. Pengetahuan lokal (local knowledge) seperti ini masih dipertahankan oleh masyarakat Bendakerep untuk keberlangsungan tradisinya. Sementara itu dalam melestarikan kebudayaan dan adat istiadat, masyarakat begitu taat pada nilai-nilai tradisi yang ada. Nilai-nilai tersebut berupa ketaatan terhadap wasiat sesepuh pendiri pesantren dan menolak hal-hal yang bertentangan dengan ajaran Islam. Ini menandakan bahwa pesantren memberikan kontribusi yang besar atas penanaman nilai-nilai Islam ke dalam benak masyarakat. Beberapa sistem nilai pendidikan dan peradaban yang terbangun oleh pesantren, diantaranya kebersahajaan, pelestarian tradisi, budaya keilmuan, dan nasionalisme.

Published
2019-06-30