KAJIAN MULTIKULTURALISME DALAM KITAB KUNING

  • Afwah Mumtazah

Abstract

Sudah sejak lama kitab kuning menjadi identitas dalam pembelajaran nilai-nilai Islam di pesantren. Jauh sebelum masa kemerdekaan, tepatnya era kolonial, kitab kuning sudah eksis menjadi alat mencerdaskan kehidupan umat Islam dalam bidang agama. Pesantren menjadi garda depan dalam pelestarian khazanah kitab kuning di bumi Nusantara. Di dalamnya terdiri dari beragam materi seperti: kih, tauhid, tafsir, hadis, akhlak, hingga tasawuf. Beberapa fakta maraknya radikalisme dan intoleransi yang terjadi di Indonesia, pelakunya alumni pesantren atau aktivis majelis taklim sehingga pesantren menjadi terstigma sebagai pelaku radikalisme. Ini sangat menarik untuk diteliti selama pesantren dan majelis taklim memberi sumbangsih terhadap tumbuh suburnya radikalisme. Kitab kuning sebagai sumber belajar santri memberi pemahaman tentang nilai-nilai pluralisme dan multikulturalisme. Ini menarik untuk dijadikan objek penelitian. Penelitian tentang multikulturalisme selama ini banyak terfokus dalam pembelajaran dan pergaulan di pesantren, namun sedikit yang membahas adanya kajian multikulturulisme dalam kitab kuning.

Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan hermeneutika, yaitu cara untuk menafsirkan simbol berupa teks atau sesuatu yang diperlakukan sebagai teks masa lampau yang tidak dialami untuk dicari arti dan maknanya, kemudian dibawa ke masa sekarang. Kajian ini diharapkan memberi kontribusi bagi pesantren untuk memberi warna dalam pembelajaran kitab kuning yang melahirkan sikap tasamuh, ta’awun, dan keadilan khususnya bagi santri dan umumnya bagi masyarakat.

Published
2019-06-30